- Media Toples Sosis
Media ini paling familiar di kalangan peternak, terutama disebabkan digunakan sebagai kemasan benih atau indukan yang kurang lebih ini beredar.
Disamping alasan tersebut, menurut kami, ukuran volume toples sosis ideal untuk diaplikasikan sebagai sarang lumbung di rak ternak.
Nggak menutup kemungkinan, media sarang indukan awal ini dari media jenis lain.
Media Sarang Induk atau Panenan
Untuk media sarang jenis ini kami mengaplikasikan toples ukuran besar, sesuai pengamatan kami di alam yang mayoritas sarang induk di alam berukuran lebih besar dari pada sarang jenis lain.
Dan dengan indukan awal yang total volume sekitar 20-25 liter, kami mengaplikasikan media sarang induk atau panenan dengan volume 10-15 liter.
- Topes Jumbo
Topes jumbo atau galon untuk media sarang ini kami posisikan tengkurep/ terbalik, dengan lubang toples dibawah tanpa tutup.
Untuk media galon, pantat galon di potong, dipasang dengan posisi lubang besarnya dibawah.
Menurut kami, dengan dipadukan lantai rak yang dari bilah bambu, toples nggak perlu lagi lubang tambahan sebagai lubang ventilasi disebabkan ventilasi dari lubang toples sudah mencukupi.
Untuk meminimalkan resiko lamat sarang ambrol akibat beban kroto, juga untuk membantu memudahkan dan mempercepat pembuatan lamat sarang, media sarang jumbo ini kami isi dengan potongan botol air mineral yang dipangkas pantat botolnya, dan diposisikan mirip sarang tawon.
Kami menjiplak metode para senior yang mengaplikasikan metode ini.
Peletakan media sarang induk ini di rak, dilakukan di usia 2 minggu usia ternak.
Ini dimaksudkan agar nggak terjadi migrasi drastis dari sarang indukan awal ke sarang induk ini.
Ini dimaksudkan agar nggak terjadi migrasi drastis dari sarang indukan awal ke sarang induk ini.
Juga diharapkan sudah ada penetasan kroto dari indukan awal sehingga penyusutan nggak begitu drastis.
1 rak ternak dengan indukan awal 20-30 toples sosis semut dengan sepasang master ratu, hanya kami isi dengan 1 sarang induk/ panenan.
Panen pertama dilakukan berdasarkan pengamatan peternak. Ketika sarang induk mulai ngembun dibagian dalam media, inilah waktu panen yang pas. disebabkan dengan indikasi embun ini, berarti kelembaban didalam sarang induk tinggi di disebabkankan banyaknya kroto yang berada didalam sarang.
Dengan metode ini, diharapkan per rak bisa menghasilkan 3 ons kroto per panen.
Untuk jangka waktu kerutinan panen per rak, kami belum bisa memastikan.
Untuk jangka waktu kerutinan panen per rak, kami belum bisa memastikan.
Beberapa kali kami mengamati, kroto terliat bgus di alam juga di media sarang, selalu bertepatan dengan tanggal muda setiap bulan Jawa atau Hijriyah.
Tetapi nggak menutup kemungkinan, perlakuan peternak bisa merubah atau mempengaruhi waktu puncak produktifitas semut di ternakan.
Menurut kami intinya pengamatan peternak yang menentukan kapan waktu yang tepat untk panen maksimal.

No comments:
Post a Comment